Aceh APO Bali Banten Bengkulu Daerah Istimewa Yogyakarta DKI Jakarta Gorontalo Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Utara Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Maluku Maluku Utara Mitra Pelatihan Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Papua Papua Barat Program Kemitraan Riau Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara

Asian Productivity Organization (APO) x Kementerian Tenaga Kerja RI: Workshop Bagi UMKM yang Memberdayakan Penyandang Disabilitas

APO-logo

Asian Productivity Organization (APO) x Kementerian Tenaga Kerja RI: Workshop Bagi UMKM yang Memberdayakan Penyandang Disabilitas

Hi Sobat WikiWu! Tahukah kamu bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas di lingkungan UMKM memiliki sejumlah manfaat penting, baik dari segi sosial maupun bisnis. Berikut beberapa alasan mengapa pemberdayaan penyandang disabilitas penting bagi UMKM:

1. Inklusi sosial: Pemberdayaan penyandang disabilitas mencerminkan pentingnya nilai-nilai inklusi sosial dalam masyarakat. Dengan memberikan kesempatan dan dukungan kepada penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, UMKM membantu membangun masyarakat yang inklusif, di mana semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan meraih kesuksesan.

2. Akses ke bakat dan keterampilan: Dengan melibatkan penyandang disabilitas di UMKM, UMKM dapat mengakses beragam bakat, keterampilan, dan pengalaman. Penyandang disabilitas seringkali memiliki kemampuan dan perspektif unik yang dapat memberi nilai tambah bagi bisnis. Mereka dapat menghadirkan inovasi, kreativitas dan pendekatan baru dalam menghadapi tantangan dan peluang bisnis.

3. Diversifikasi tenaga kerja: Melibatkan penyandang disabilitas dalam tenaga kerja UMKM membantu mendiversifikasi dan memperkaya keragaman tim. Keragaman dalam tim dapat menghasilkan pemikiran yang lebih kreatif, solusi inovatif, dan memperluas prospek bisnis. Selain itu, ini juga membantu menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah bagi semua anggota tim.

4. Peluang pasar baru: Dari perspektif bisnis, pemberdayaan penyandang disabilitas membuka peluang untuk menjangkau pasar baru. Penyandang disabilitas adalah sekelompok besar konsumen, yang memiliki kebutuhan, preferensi, dan daya beli yang berbeda. Dengan memahami kebutuhan mereka dan menyediakan produk dan layanan ramah disabilitas, UMKM dapat menarik pelanggan baru dan memperluas pangsa pasar mereka.

5. Kepatuhan terhadap peraturan dan tanggung jawab sosial: Di banyak negara, terdapat peraturan dan kebijakan yang mendorong inklusi penyandang disabilitas di dunia kerja. Dengan memberdayakan penyandang disabilitas, UMKM mematuhi persyaratan hukum dan tanggung jawab sosial mereka. Ini membantu membangun citra bisnis yang positif, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan membangun hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan lainnya.

6. Inovasi dalam aksesibilitas: Dengan melibatkan penyandang disabilitas di UMKM, perusahaan memiliki peluang untuk mengembangkan solusi inovatif dalam aksesibilitas. Ini dapat mencakup merancang produk yang lebih inklusif, mengembangkan teknologi yang mempermudah akses, dan peningkatan layanan pelanggan yang mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas. Inovasi semacam ini dapat menciptakan keunggulan kompetitif dan menarik pelanggan dari segmen pasar yang lebih luas.

Secara keseluruhan, pemberdayaan penyandang disabilitas di UMKM memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan bisnis. Ini mencerminkan nilai-nilai inklusi, membuka peluang baru, memperluas pasar dan memperkaya tim kerja. Dengan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, UMKM dapat memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas, masyarakat, dan seluruh bisnis mereka.

Organisasi Produktivitas Nasional Laos bekerja sama dengan Sekretariat Organisasi Produktivitas Asia (APO) yang berkedudukan di Tokyo, Jepang akan menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Lokakarya Kewirausahaan Sosial untuk Penyandang Disabilitas” yang akan diselenggarakan mulai 14 hingga 14 Desember. 17 November 2023 (4 hari) tatap muka di kota Vientiane, Laos.

Kegiatan ini bertujuan untuk:

1. Membahas tantangan dan peluang penyandang disabilitas di berbagai sektor ekonomi;

2. Membahas tantangan dan peluang penyandang disabilitas di berbagai sektor ekonomi;

3. Menggali peran dan dampak kewirausahaan sosial dalam penguatan hak dan inklusi penyandang disabilitas;

4. Berbagi inisiatif kebijakan dan strategi untuk memberikan peluang sosio-ekonomi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas melalui inisiatif kewirausahaan sosial.

Bagi anda yang ingin berpartisipasi sebagai peneliti bisa langsung daftar pada link dibawah ini: 

Workshop ini Gratis, namun perlu diseleksi oleh pihak Kemenaker dan APO. Seluruh biaya akomodasi akan ditanggung oleh APO, namun peserta harus sudah memiliki Travel Insurance. Deadline pendaftaran adalah tanggal 20 Juli 2023! Jadi jangan sampai ketinggalan ya Sobat WikiWu!

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *